Posts

Kelompok Kepemudaan Kelurahan Melai dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara

Image
Dalam kunjungan Tim Penilai Lomba Desa/ Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kelurahan Melai, Kota Baubau. Salah satu yang menjadi penilaian yaitu tentang Kelompok Kepemudaan seperti Karang Taruna Lele Mangura dan Pokdarwis Dadi Mangura Keraton Molagina.  Sejak Tahap Persiapan Lomba Beberapa hari yg lalu, Karang Taruna menyatakan selalu aktif  dalam mensukseskan Kegiatan Lomba ini.   " Ada berbagai obyek penilaian lomba Kelurahan tdi, salah satunya tentang Rekam giat dan prestasi Karang Taruna dalam Lingkup Kelurahan. dan Alhamdulillah Penilaian tentang karang Taruna tadi, dapat terpenuhi dalam organisasi sosial karang taruna Lelemangura ini."Irwadin selaku ketua karang taruna Lele Mangura Kel. Melai Dalam agendanya Juga Tim Penilai mengunjungi Pokdarwis dan mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya tentang Surat Ketetapan Pokdarwis dan terkait Desa wisata Limbo Wolio, dalam penyampaiannya juga pokdarwis menyatakan akan melakukan peningkatan-peningkatan serta ...

Kelurahan Melai Wakili Kota Baubau

Image
  Kelurahan Melai Mewakili Kota Baubau dalam Perlombaan Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara pada kamis 23 juni 2022, bertempat dikantor Kelurahan Melai. Hal ini merupakan suatu kebanggaan karena dari 43 kelurahan yang ada di Kota Baubau, kelurahan melai menjadi satu-satunya perwakilan Kota Baubau setelah menjadi pemenang lomba kelurahan tingkat Kota. Dalam hal ini bapak Alimuddin selaku Lurah Melai menyampaikan  ucapan terima kasihnya kepada Lembaga-lembaga Kelurahan dan seluruh lapisan masyarakat yang telah mengambil peran pada lomba ini. "Terima kasih kepada Ibu PKK Kelurahan Melai, Lembaga-lembaga kelurahan dan seluruh lapisan masyarakat yang sudah beberapa waktu belakang ini telah bekerja keras pada persiapan lomba ini" ujar Alimuddin.  Adapun beberapa indikator penilaian dalam perlombaan kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara terkait administratif dan peran aktif pokja dan lembaga-lembaga Kelurahan antara lain PKK, LPM, dan KIM. Pada kesempatan kali in...

Wawancara KIM Lelena Wolio bersama Ketua PKK Kelurahan Melai pada Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara

Image
  Kegiatan yang dilakukan pada hari kamis tanggal 23 Juni 2022 ini merupakan kegiatan penilaian lomba Desa/K elurahan tingkat provinsi Sulawesi Tenggara ,  jadi untuk Baub au yang mewakili itu adalah Kelurahan Melai. D engan adanya kegiatan ini pemerintah dalam hal ini Kelurahan Melai dibantu oleh ibu-ibu PKK dan Lembaga tingkat kelurahan lainnya. Hal yang disiapkan Tim PKK di dalam lomba Kelurahan ini adalah kelengkapan administrasi dan Kelompok Kerja atau POKJA.  “..J adi di sini kami yang dinilai itu ada POKJA 1 mengenai keagamaan , contohnya pengajian anak-anak, rukun kematian , kemudian POKJA 2 mengenai pendidikan keterampilan , contohnya keterampilan anak-anak yang ada di kelurahan ini. Kemudian di P OKJA 3 mengenai sandang pangan . Pokja 4 mengenai Posyandu kesehatan seperti penimbangan balita , b agaimana permainan perkembangan otak anak ” kata ibu Hijrah selaku Ketua PKK Kelurahan Melai. Ketua PKK kelurahan Melai ber harap agar masyarakat...

Benteng Keraton Wolio Sebagai Saksi Sejarah Kebesaran Kesultanan Buton

Image
Benteng Keraton Wolio merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-16. Benteng ini memiliki luas sekitar 23,375 hektar dengan panjang 2,75 km sehingga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Pada tahun 1634, benteng wolio mulai dikerjakan secara gotong royong oleh rakyat. Benteng Keraton Wolio diselesaikan dalam waktu 10 tahun (1634 – 1644). Konon katanya benteng ini dibuat menggunakan batu kapur yang direkatkan dengan putih telur. Salah satu yang sangat bersejarah dalam pembuatan benteng adalah WA Ode Wau, hal ini karena harta bendanya habis terjual untuk menopang penyelesaian benteng. Pada saat pembuatan benteng banyak rakyat yang kelaparan, karena tidak sempat lagi mengerjakan kebunnya. Benteng Keraton Wolio memiliki 3 komponen yaitu benteng (batu tondu molele) gerbang (lawa), dan bastion (baluara). Benteng merupakan tembok pertahanan, memiliki tinggi yang berbeda, dan menghubungkan antara bastion (baluara), gerbang (lawa) merupakan gerbang masuk ke Benteng Ke...

Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton

Image
  Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton atau yang biasa disebut juga Masigi Ogena merupakan masjid kesultanan karena dibangun dipusat pemerintahan yaitu terletak di dalam Benteng Wolio. Berdasarkan keterangan sejarah, masjid ini didirikan sejak awal kedatangan Islam di Buton yaitu sekitar abad ke-16 atau tahun 1712 pada masa pemerintahan La Ngkariri (Sultan Buton ke 19) yang bergelar Sultan Sakiuddin Durul Alam. Masjid Agung Wolio merupakan salah satu bangunan monumental yang berdiri kokoh di dalam kompleks Keraton Kesultanan Buton, Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Masjid Agung Wolio mempunyai panjang 20,6 Meter dan lebar 19,40 meter. Pondasi beserta dinding bangunan Masjid ini menggunakan batuan kapur dengan specimen pasir dan kapur. Masjid terdiri atas tiga lantai: lantai pertama menggunakan semen dan dimarmer, lantai dua dan tiga terbuat dari kayu. Terdapat pula 12 pintu masuk yang salah satu di antaranya berfungsi sebagai pintu utama yang berada pada bagian timu...

Kasulana Tombi Sebagai Bangunan Bersejarah Peninggalan Kesultanan Buton

Image
Berdiri sejak abad ke-17 masehi kini Kasulana Tombi telah berusia kurang lebih 300 tahun. Terbuat dari kayu jati dan didirikan dimasa pemerintahan Sultan Sakiuddin Darul Alam, Kasulana Tombi digunakan sebagai tiang bendera untuk mengibarkan bendera Kesultanan Buton yakni Tombi Longa-Longa. Dengan tinggi 21 meter, tiang ini masih berdiri kokoh sampai hari ini dengan melewati berbagai macam cuaca ekstrim. Namun karen usia yang sudah sangat tua, pada tahun 2020 pemerintah kota Baubau melakukan revitalisasi terhadapat peninggalan bersejarah ini. Telah banyak kisah yang menyebar pada masyarakat Kota Baubau khususnya masyarakat wilayah Benteng Keraton Buton tentang Kasulana Tombi. Tidak hanya dianggap sebagai tiang bendera semata, kini Kasulana Tombi telah menjadi objek wisata yang memiliki nilai sejarah luhur dari Kesultanan Buton.

Tradisi Unik Ziarah Kubur di Kesultanan Buton yaitu Santiago

Image
  Santiago merupakan tradisi berziarah ke makam para Sultan-sultan Buton yang ada di dalam Benteng Wolio dan sekitarnya. Di era Kesultanan Buton dilaksanakan pada tanggal 2 Syawal setelah sholat Isya hingga menjelang sholat subuh yang turut dimerihkan oleh pejabat kesultanan dan masyarakat Karena begitu ramai dan meriahnya kegiatan yang berlansung di hari ke-2 lebaran Idul Fitri maka sering disebut dengan raraea malo, yang berarti berlebaran di malam hari. Di era pendudukan Jepang karena keadaan yang tidak memungkinkan di maka pemerintah Kesultanan Buton mengadakan Santiago di pagi hari tanggal 2 Syawal hingga sore menjelang malam. Iring-iringan Santiago terdiri dari pasukan inti kesultanan Buton yakni, kompanyia dengan jumlah 11 regu yang dilengkapi dengan tambur (tamburu) dan bendera (tombi) Selain kompanyia, santiago dilengkapi dengan Salawatu, pemu karatasi (payung kertas kesultanan), para menteri-menteri yang bertugas di istana (Bonto yimunca) dan semua aparat istana, para p...